Dalam Ilmu Psikologi, ilmu Kimia dan Fisika sangat berpengaruh dalam cabang ilmu ini. Bahkan ilmu Kimia dan Fisika memberikan cabang ilmu lain dalam psikologi yaitu, Psikofisika dan Neurokemis Perilaku.
Psikofisika dianggap suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan kuantitatif antara kejadian-kejadian fisik dan kejadian-kejadian psikologis. Dalam arti luas yang dipelajari adalah hubungan antara stimulus dan respon. Seperti telah disebutkan di atas upaya mereka adalah untuk menemukan hukum-hukum umum, seperti misalnya hokum Weber dan Fechner tentang nisbah pertambahan perangsang menimbulkan pertambahan respon (sensasi).
Dalam psikofisika modern, kontribusi Thurstone mengenai “low of comparative judgment” merupakan model yang sangat berharga bagi pengembangan skala-sakala psikologi yang lebih kemudian. Aplikasinya langsung adalah penerapan metode perbandingan-pasangan (paired-comparison).
Neurokemis Perilaku adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku seseorang dengan mempelajari kadar-kadar kimiawi dalam tubuh seseorang.Karena keadaan psikis seseorang dapat dipengaruhi juga oleh zat kimia dalam sistem saraf seseorang.
Seperti misalnya seseorang yang schizofernia yang disebabkan karena ketidakseimbangan kadar Dopamin di dalam otak.
Atau seperti anak yang autis disarankan mengkonsumsi obat-obatan seperti Serotonin dan Dopamin.
Jadi, Ilmu Fisika dan Kimia juga memiliki peranan yang penting dan memberikan konstribusi yang berarti untuk Ilmu Psikologi sendiri.
Selasa, 30 April 2013
Pertemuan ke-8 (Ekologi dan Dampak IPTEK) Part 2
PERANAN IPTEK TERHADAP BIDANG EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA
- Ekonomi, Masalah kebutuhan primer, sekunder, tertier, maupun masalah sumber daya alam, sebenarnya secara tidak langsung sudah mengemukakan masalah ekonomi. Adapun dampak dari perkembangan di bidang ekonomi ini, seperti : pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, produktifitas industri semakin meningkat, persaingan dalam dunia kerja yang semakin kompetitif yang didasari skill yang baik. Dan disisi lain akan terbukanya pasar bebas, dimana semua produk luar negri bebas masuk dengan mudahnya. Hal ini menyebabkan persaingan dalam pasar di negara, kemungkinan yang terjadi adalah harga yang semakin murah dibandingkan produk dalam negri, sehingga orang-orang lebih tertarik dengan barang luar dibandingkan produk sendiri.
- Sosial, manusia sebagai homosocial tidak dapat hidup sendiri, mereka akan terus menerus mencari teman dan saling berhubungan bertukar informasi. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan tekhnologi. Semakin modern dunia, semakin mudah untuk mengakses informasi.
- Budaya, kemajuan IPTEK ini sebenarnya akan mengganggu kehidupan berbudaya dalam suatu negara, namun hal itu tergantung pada dirinya masing-masing. Tergantung apakah seseorang tersebut selektif dan kritis atau tidak pada perkembangan IPTEK. Karena kemajuan IPTEK ini dapat merubah pola pikir seseorang yang menginginkan kepraktisan hidup, makan dari itu hendaknya kita lebih bijak dalam menggunakan dan mengembangkan IPTEK ini.
Sumber : http://ekochayoo84.blogspot.com/2011/11/perkembangan-iptek-didunia.html
Pertemuan ke-7 (Ekologi dan Dampak IPTEK) Part 1
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya.Ekologi merupakan cabang ilmu yang relatif baru. Akan tetapi ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya.
IPTEK SERTA PERKEMBANGANNYA
Perkembangan IPTEK di zaman modern ini memang sangat pesat. Sehingga IPTEK ini adalah tuntunan masyarakat supaya bisa hidup semakin nyaman. Diharapkan dengan kemajuan IPTEK yang semakin canggih akan tercipta kehidupan yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Tekhnologi yang sangat berkembang dan sangat terasa dalam kehidupan ini adalah dalam bidang informasi. Dengan kemudahan ini tentu ada dampak baik dan buruknya. Di satu sisi dengan kemudahan ini kita dapat mengakses informasi dimanapun kita berada, mendekatkan orang jauh dengan kita, memudahkan orang untuk saling berkomunikasi, dan hal lainnya. Namun disisi lain, ada dampak negatifnya, seperti terjadi perubahan pola pikir, bahwa kita harus selalu berusaha hidup up to date. Terjadi perubahan tradisi dan budaya karena adanya perubahan pola pikir, cenderung melakukan kerusakan, dll.
Tingkatan Teknologi Berdasarkan Penerapannya
- Teknologi Tinggi adalah suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru, misalkan komputer, laser, bioteknologi, satelitb komunikasi, dan sebagainya.
- Teknologi Madya adalah suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan.
- Teknologi Tepat Guna adalah tingkatan yang lebih sederhana dari teknologi madya, teknologi ini sering disebut teknologi pedesaan atau teknologi pribumi.
PEMENUHAN KEBUTUHAN PRIMER DAN SEKUNDER
Kebutuhan Primer
- Sandang (Pakaian), manusia sebagai mahkluk sosial memerlukan pakaian, mula-mula pakaian yang dikenakan hanya untuk menutupi auratnya saja, kemudian poakaian juga berfungsi sebagai melindungi diri dari serangan panas matahari dan udara dingin. Sekarang pakaian memepunyai fungsi yang lebih luas lagi yaitu kenyamanan dengan menciptakan jenis yang sesauai dengan kebutuhan, misalnya pakaian kerja, pakaian tidur, pakaian olah raga dan sebagainya, bahkan sekarang orang beranggapan bahwa dapat menunjukan status sosial pakainya. Kebutuhan manusia yang makin meningkat juga mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan mutu dan jenis bahan pakaian.
- Pangan (Makanan), kebutuhan pokok manusia untuk dapat bertahan hidup. Kebutuhan pangan ini terus meningkat baik kualitas maupun kantitasnya, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan biasnya dilakukan dengan cara ekstensifikasi, yaitu dengan memperluas lahan pertanian, dan dengan intensifikasi yaitu dengan meningkatkan mutu melalui pemilihan bibit yang unggul, cara penggarapan yang lebih baik, pemeliharaan tanaman yang lebih teliti dan pengelolaan pasca panen yang lebih sempurna.
- Papan (Tempat Tinggal), tempat tinggal untuk bertahan diri dari cuaca yang tidak menguntungkan dan berlindung dari serangan binatang buas, merupakan tempat tinggal yang memenuhi rasa kenyamanan dan keindahan.
Kebutuhan Sekunder
- Bidang industri, cara yang harus dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup yang makin meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas. Yang akan menghasilkan alat-alat yang dapat membantu kebutuhan sehari-hari.
- Bidang transportasi, cara yang ditempuh manusia untuk mengurangi beban. Ditemukannya mesin dapat mempersingkat waktu perjalanan, hal ini yang dimaksud seperti mobil, motor, kapal, pesawat, dll.
- Bidang komunikasi, sebagai makhluk sosial manusia perlu berkomunikasi dengan sesamanya. Cara yang paling sederhana adalah dengan bertatap muka secara langsung, tetapi bila jaraknya jauh tentu diperlukan alat komunikasi. Seiring dengan semakin canggihnya tekhnologi kini sudah ditemukan handphone yang dapat mempermudah manusia.
- Kesehatan, semakin modernnya dunia, manusia mulai sadar akan kesehatan mereka, karena untuk dapat bertahan manusia harus menyadari kondisi tubuhnya, dan terus menjaga kesehatannya. Dan usaha untuk memerangi penyakit semakin gencar dilakukan.
Sumber: http://rizwarnioctaviana.blogspot.com/2012/06/pemenuhan-kebutuhan-primer-dan-sekunder.html ; http://wantysastro.wordpress.com/
Pertemuan ke-6 (Kimia & Fisika) Part 2
CABANG ILMU FISIKA
- Mekanika Klasik : mempelajari tentang gerak.
- Kinematika : membahas bagaimana suatu objek dapat bergerak tanpa menyelidiki sebab yang menyebabkan suatu objek dapat bergerak.
- Dinamika : membahas bagaimana suatu objek dapat bergerak dengan menyelidiki penyebabnya - Mekanika Kuantum : menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom.
- Mekanika Fluida : mempelajari tentang cairan atau gas.
- Elektronika : mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam satu alat seperti komputer, peralatan elektronik, semikonduktor, dan lain-lain.
- Teknik Elektro (Teknik Listrik) : mempelajari aplikasi listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
- Elektrostatis : mempelajari tentang listrik statis.
- Elektrodinamis : mempelajari tentang listrik dinamis.
- Bioelektromagnetik : mempelajarai fenomena listrik, magnetik, elektromagnetik yang muncul pada jaringan makhluk hidup.
- Termodinamika : mempelajari energi atau panas yang berpindah.
- Fisika Inti : mengkaji atom/bagian-bagian atom.
- Fisika Gelombang : mempelajari tentang gelombang.
- Fisika Optik (Geometri : mempelajari tentang cahaya.
- Kosmografi/Astronomi :mempelajari tentang berbintangan dan benda-benda angkasa.
- Fisika Kedokteran (Fisika Medis) : membahas bagaimana penggunaan ilmu fisika dalam bidang kedokteran (medis).
- Fisika Radiasi : mempelajari setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain.
- Fisika lingkungan : mempelajari kaitan fenomena fisika dengan lingkungan. Seperti fisika tanah/bumi
- Geofisika : perpaduan antara ilmu fisika, geografi, kimia, dan matematika. Dari segi Fisika yang dipelajari adalah : Ilmu gempa atau Seismologi yang mempelajari tentang gempa, Magnet bumi, Gravitasi termasuk pasang surut dan anomali gravitasi bumi.
HUBUNGAN FISIKA DENGAN ILMU PENGETAHUAN LAIN
Tujuan mempelajari ilmu fisika adalah agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara benda-benda, dan mampu menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi. Konsep-konsep dasar fisika sangat mendukung perkembangan ilmu lainnya dan juga teknologi, menunjang suatu riset maupun terapan.
PENGUKURAN, BESARAN, DAN DIMENSI
- PENGUKURAN adalah membandingkan suatu besaran dan besaran dengan besaran standar. Setiap pengkuran selalu mempunyai batas ketelitian, ini disebabkan oleh alat ukur dan pembacanya.
- BESARAN adalah sesuatu yang dapat diukur.
- Besaran Dasar, besaran yang tidak tergantung pada besaran-besaran lain.
- Besaran Turunan, besaran yang diturunkan dari besaran dasar.
- Besaran Pelengkap, besaran yang diperlukan untuk membentuk besaran turunan
- DIMENSI adalah cara penulisan dari besaran-besaran dengan menggunakan simbol-simbol besaran dasar. Digunakan untuk menurunkan satuan dari suatu besaran dan meneliti kebenaran suatu rumus.
- SATUAN Adalah ukuran suatu besaran, miaslnya meter dan kilometer untuk satuan panjang, detik dan jam untuk satuan waktu, gram dan kilogram untuk satuan massa.
Apa perbedaan Satuan dengan Dimensi?
Satuan
- Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu. (Contoh pada besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer).
- Dua satuan yang berbeda dapat dikonversi satu sama lain. (Contoh : 1 m = 39,37 in, angka 39,37 ini disebut sebagai faktor konversi)
Dimensi
- Dimensi pada Besaran panjang hanya satu, yaitu L
- Tidak ada faktor konversi antar lambang dimensi
Sumber: http://harisok.blogspot.com/2010/04/pengertian-pengukuran.html ; http://cyberspace-heaven.blogspot.com/2011/05/fisika-dasarpengukuransatuanbesaran.html
Pertemuan ke-5 (Kimia & Fisika) Part 1
Materi disebut juga zat adalah sesuatu yang memiliki massa, volume dan sifat-sifat. Menurut wujudnya materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu : padat, cair dan gas. Materi yang tergolong dalam wujud gas, misalnya : udara, gas bumi, gas elpiji, uap air, gas kapur, kapur barus. Materi dalam wujud cair misalnya : air, minyak goreng, alkohol, bensin, solar, larutan gula, air laut. Materi dalam wujud padat misalnya : baja, batu dan kapur.
Jenis materi dikenal berdasarkan sifat-sifatnya dan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika :
1. Sifat fisika : Yaitu sifat materi yang berkaitan dengan peristiwa fisika, misalnya : massa jenis, titik didih, titik lebur, kalor lebur, rasa, warna, dan bau. Contoh : Hidrogen sulfida, zat yang tidak dapat dilihat, karena tidak dapat dilihat tetapi dikenal dengan baunya. Air massa jenisnya 1 gram siap dan titik didihnya 100 derajat Celcius. Besi melebur pada 1500derajat Celcius.
2. Sifat Kimia : Sifat kimia adalah sifat suatu materi yang berkaitan dengan peristiwa kimia yang meliputi : Keterbakaran : Tingkat kemudahan suatu materi dapat terbakar, misalnya : Asbes, besi, aluminium, air tidak bisa terbakar. Minyak lebih mudah terbakar dari pada kayu. Kereaktipan : Mudah atau tidaknya suatu materi bereaksi, misalnya tingkat keterbakaran, inisasi, peruraian dan pembentukan. Misalnya : Zat-zat yang dapat terionisasi : soda abu (kostik soda), asam sulfat, asam clorida, garam dapur, kalium sulfat. Zat-zat yang dapat terurai : Batu kapur dipanasi terurai menjadi kapur tohor (kapur sirih dan gas karbon dioksida). Mercuri oksida dipanasi menjadi logam mercuri dan gas oksigen.
Materi dapat mengalami perubahan jika dipengaruhi oleh energi kalor, listrik atau kimia perubahan materi dibedakan dalam dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia
a. Perubahan fisika : Suatu materi mengalami perubahan fisika, jika jenisnya tidak berubah, meskipun sifat-sifat fisikanya mengalami perubahan. Misalnya : Es jika dipanasi berubah air selanjutnya menjadi uap. Dalam peristiwa ini terjadi perubahan wujud, yaitu pada menjadi cair akhirnya menjadi, tetapi jenis zat tetap yaitu air.
b. Perubahan kimia : Suatu materi mengalami perubahan kimia jika jenis zat berubah. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia atau reaksi. Misalnya : Batu kapur dipanasi menjadi kapur sohor dan karbon dioksida. Batu kapur, kapur sohor dan karbon dioksida tiga zat yang berbeda. Pada peristiwa ini zat sebelum dan sesudah reaksi jenisnya berbeda.
Minggu, 24 Maret 2013
IAD : BAB 2
BAB 2
ALAM SEMESTA
Alam Semesta
adalah ruang dimana di dalamnya terdapat kehidupan biotik maupun abiotik serta
segala macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun yang belum dapat
diungkapkan oleh manusia.
TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA
· Teori Dentuman
Berdasarkan teori ini, alam semesta terbentuk karena
adanya ledakan massa yang sangat hebat yang disebabkan oleh adanya reaksi inti.
· Teori Ekspansi dan Kontraksi
Teori ini mengungkapkan bahwa galaksi dan
bintang-bintang terbentuk pada saat masa ekspansi.
GALAKSI
Galaksi
(Yuniani: galaxias, Milky Way) adalah kumpulan bintang-bintang,
bersama dengan awan interstellar berupa debu dan gas (nebulae) yang menempati
volume yang sangat besar di angkasa.
Tipe galaksi berdasarkan bentuknya:
1. Galaksi
elips
Galaksi Elips adalah
galaksi yang sudah tua, terbentuk dari bintang-bintang yang sudah tua, lebih
redup dibandingkan dengan tipe spiral, dengan banyak bintang merah besar,
mengandung sedikit awan gas dan debu interstellar, pembentukan bintang baru
sudah berhenti.
2. Galaksi
spiral
Galaksi Spiral
berbentuk spiral amat besar dengan inti di tengah (nukleus) dan lengan spiral
dan cakaram (disk). Pada lengan ini terkonsentrasi debu dan gas (nebulae),
dimana terdapat pembentukan bintang aktif. Tipikal galaksi spiral terdiri dari
100.000 juta bintang dan berdiameter 100.000 tahun cahaya. Mempunyai halo
galaktik yang mengandung gas dan debu, bintang individual dan globular
cluster.
3. Galaksi
tidak beraturan
Galaksi tak beraturan
terdiri dari bermilyar-milyar bintang muda, tidak mempunyai bentuk yang pasti.
BINTANG
· Matahari
adalah bintang
· Bintang
lain yang terdekat adalah proxima centuri (berjarak 1,31 PC) 1 PC (parsec)
= 206.265 AU (astronomical unit) 1 AU = jarak matahari ke Bumi = 149,6 juta km.
SISTEM TATA SURYA
Sistem Tata Surya (The
Solar System) adalah suatu sistem organisasi yang teratur pada matahari di mana
matahari sebagai pusat peredaran dan dikelilingi oleh pengikut-pengikutnya
(planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor). Semua pengikut matahari mengelilingi
matahari dengan garis edar tertentu.
1. Matahari
Matahari adalah
bintang kuning, berbentuk bola, dengan diameter 865.000 mi (1 mi = 1,609 km),
lebih dari 100X diameter bumi. Salah satu bintang anggota galaksi Milky Way
(Bima Sakti). Matahari sangat penting bagi proses kehidupan di Bumi karena
mensuplai panas, cahaya, dan radiasi lain.
Matahari
memiliki garis tengah: 1.392.000 kmmassa : 331.950 massa bumi.Temperatur
permukaan matahari mencapai 6.000°K, inti mencapai 15.000.000°K, bintik-bintik
hingga 4.000°K, dan tekanan mencapai 400x109 atm bumi.
2. Planet
Planet adalah Benda
langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri.
Planet-planet dalam
Tata Surya berbeda-beda dalam ukuran dan komposisi, terdiri:
· Kelompok
Planet Dalam: planet-planet yang dekat dengan matahari, ukuran relatif kecil,
solid, rocky, massa jenis besar (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars)
· Kelompok
Planet Luar: planet-planet yang jauh dari matahari, gas planets,
terbentuk sebagian besar oleh H dan He (Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus. Planet terluar, Pluto, berukuran kecil dan terdiri dari es)
3. Bumi
Bumi
memiliki Garis tengah ekuatorial : 7.923 mil. Sedangkan antarkutub
7.900 mil. Berat jenis : 5,5 dan beratnya 6,6 x 1021 ton.Inti dalam bumi
tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel bumi 1.800 mil dan lapisan
lithosfer 20 mil. Lapisan bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71%
muka bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter. Sedangkan lapisan yang berupa
gas disebut atmosfer, terdiri dari troposfer setebal 10 mil.
ANGGOTA TATA SURYA
· Asteroid
Asteroid :
planet-planet kecil berada di lintasan antara kelompok planet dalam dan planet
luar (antara Mars dn Yupiter). Bervariasi antara tipe karbon dan tipe silikon
(carbonaceous and siliceus type).
Ceres adalah asteroid
terbesar yang telah diketahui (Æ 1000 km). Chiron adalah asteroid asing
yang mengorbit di antara Saturnus dan Uranus.
· Komet
Komet disebut juga
dengan "Bintang berekor". Mengelilingi matahari dengan orbit
eliptikal. Periode orbit bisa sangat lama dan sangat jauh dari Tata Surya.
Tidak memiliki cahaya sendiri. Komet mempunyai inti yang mengandung air beku,
methan, karbondioksida, partikel batuan, dikelilingi debu dan gas.
· Meteor
Meteor adalah Benda
langit yang sangat kecil, bergerak mengelilingi matahari seperti planet. Ketika
melintas terlalu dekat ke Bumi dan memasuki lapisan atmosfer akan terlihat
berbentuk jalur cahaya. Hujan meteor sering terlihat berkala di Bumi, yang
terkenal adalah hujan Perseid yang menerangi langit malam pada setiap 27 Juli
dan 17 Agustus. Meteor dapat muncul sebagai individu dan tidak terduga atau
berkelompok dan muncul setiap tahun atau setiap beberapa tahun sekali. Bergerak
dalam jalur tertentu, maka muncul dari titik yang sama di langit : Perseid dari
Perseus, Lyrid (muncul April)dari Lyra, dan Taurid (muncul akhir Oktober dan
November) dari Taurus.
LAPISAN-LAPISAN BUMI
Menurut komposisi (jenis
dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut
:
* Kerak Bumi
* Mantel Bumi, Mantel
bumi terletak di antara kerak dan inti luar bumi. Mantel bumi merupakan batuan
yang mengandung magnesium dan silikon. Suhu pada mantel bagian atas
±1300°C-1500°C dan suhu pada mantel bagian dalam ±1500°C-3000°C.
* Inti Bumi
Sedangkan
menurut sifat mekanik (sifat dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi
lapisan-lapisan sebagai berikut :
* Litosfir
* Astenosfir
* Mesosfir
* Inti Bumi bagian luar, Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900°C.
* Inti Bumi bagian dalam, Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800°C.
TEORI
TERBENTUKNYA BUMI
Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan
sendirinya dalam bentuk yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang
panjang dan terus berkembang hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan
berpendapat bahwa proses pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar
tahun yang lalu. Planet Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di
antariksa. Awan raksasa tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik
butir-butir debu dan gas. Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya
Bumi, planet-planet, serta bulan-bulan lain.
Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.
Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.
Walaupun banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi, tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan yang suatu saat bisa kamu pecahkan.
Proses perkembangan planet Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor.
Berdasarkan hipotesis nebula (teori kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant (1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796), diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari massa gas (kabut gas) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.
Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Oleh karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwanya (ekuator) mendapat gaya sentrifugal paling besar, massa tersebut akhirnya menggelembung. Akhir dari bagian yang menggelembung tersebut, ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain.
Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi Matahari, sedang kan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya pada akhirnya mendingin menjadi planet, termasuk Bumi. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Oleh karena planet berotasi, ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).
Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini didasarkan atas penelaahan Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa makhluk hidup purba di masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi).
Gambar 2.13 Siklus Pembentukan Bumi
Ilustrasi siklus pembentukan Bumi terbagi menjadi:
(a) Bumi masih berbentuk bola pijar;
(b) Bumi mendingin berangsur-angsur membentuk litosfer;
(c) pembentukan atmosfer Bumi;
(d) Bumi terbentuk sempurna.
Pada saat terlahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi kita masih merupakan bola pijar yang sangat panas. Lama kelamaan secara berangsur-angsur Bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar Bumi membeku membentuk lapisan kerak Bumi yang disebut litosfer. Selain pembekuan kerak Bumi, pendinginan massa Bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam jutaan tahun sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak.
Pada saat inilah mulai terbentuk atmosfer Bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk kali pertamanya di Bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan muka Bumi membentuk bentang perairan laut dan samudra.
Seorang ahli ilmu cuaca dari Jerman yang bernama Alfred Wegener (1912), dalam teorinya yang terkenal, yaitu Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) mengemukakan bahwa sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa.
Sedikit demi sedikit Pangea mengalami retakan-retakan dan pecah. Sekitar 180 juta tahun yang lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut di kawasan Timur Tengah.
Gambar 2.14 Continental Drift Theory Continental Drift Theory dari Alfred Wegener mengenai terbentuknya massa daratan Bumi.
Baik di antara Laurasia maupun Gondwana kemudian terpecah-pecah lagi menjadi daratan yang lebih kecil dan bergerak secara tidak beraturan dengan kecepatan gerak berkisar antara 1–10 cm pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia merupakan cikal bakal benua-benua yang saat ini letaknya di sebelah utara ekuator (belahan Bumi utara), meliputi Eurasia, Amerika Utara, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India, Australia, dan Antartika.
IAD: BAB 1
BAB 1
ILMU ALAMIAH DASAR
ILMU ALAMIAH DASAR
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu
pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang
gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk
konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar
yang esensial saja.
MANUSIA
Manusia adalah mahluk yang lemah di bandingkan
mahluk lain. Namun dengan akal budinya serta kemauan yang kuat manusia dapat
mengembangkan kemampuan dan tekhnologi. Dan dengan ilmu pengetahuan manusia
bisa hidup lebih baik lagi. Sifat manusia selalu tidak pernah puas, maka
ketersediaan sumber daya yang terbatas tidak bersesuaian dengan keinginan
manusia yang tidak terbatas. Manusia pun mempunyai keinginan rasa ingin tahu
terhadap rahasia alam, selalu mencoba mencari jawaban dengan pengamatan dan
penggunaan pengalaman. Pengetahuan baru dari kombinasi antara pengalaman dan
kepercayaan disebut mitos .
LAHIRNYA ILMU ALAMIAH
Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap
semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi sebuah pengalaman. Pengalaman
merupakan salah satunya alasan terbentuknya pengetahuan yakni kumpulan
fakta-fakta yang pernah terjadi.
KETERBATASAN ILMU ALAMIAH
Bidang ilmu alamiah yang menentukan ilmu
alamiah adalah metode ilmiah. Tujuan ilmu alamiah adalah membentuk dan
menggunakan teori. Ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu
keputusan. Manusialah yang menilai apakah ilmu yang dipakainya baik atau buruk.
PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN
- Ilmu
pengetahuan Sosial
- Ilmu
Pengetahuan Alam
- Ilmu
Pengetahuan Bumi dan Antariksa
MITOS, LEGENDA, CERITA RAKYAT
MITOS
Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa
rakyat yang ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di
dunia lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh
yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang
diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan
bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan
konsep dongeng suci. Jadi, mitos adalah cerita tentang asal-usul alam semesta,
manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti
yang dalam. Mitos juga mengisahkan petualangan para dewa, kisah percintaan
mereka, kisah perang mereka dan sebagainya.
Contohnya: Anak gadis dilarang keras makan di
depan pintu, konon katanya bisa batal dilamar orang.
LEGENDA
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang mirip
dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci dan
oleh yang empu- nya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi dan juga
telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya. Berbeda
dengan mite, legenda ditokohi oleh manusia, ada kalanya mempunyai sifat-sifat
luar biasa dan sering kali juga dihubungkan dengan makhluk ajaib. Peristiwanya
bersifat sekuler (keduniawian), dan sering dipandang sebagai sejarah kolektif.
Oleh karena itu, legenda seringkali dipandang sebagai ”sejarah” kolektif
(folkstory). Walaupun demikian, karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah
mengalami distorsi sehingga seringkali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh
karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi
sejarah maka legenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat
folklor.
Contoh: Roro Jonggrang, Candi Prambanan.
CERITA RAKYAT
Cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau
yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka
ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa.
Contohnya: Timun mas, Si Pitung.
METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan
proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang
dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat
menjadi suatu teori ilmiah.
Karakteristik Penulisan Ilmiah
1. Sistematik : Suatu penelitian harus disusun dan dilakukan
secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar. Dari yang mudah sampai yang
kompleks.
2. Logis : Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima
akal dan berdasarkan fakta empirik.
3. Empirik : Suatu penelitian biasanya didasarkan pada
pengalaman sehari-hari yang ditemukan atau melalui hasil coba-cobva yang
kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
1. Perumusan Masalah : Apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang
objek yang diteliti. Masalah itu harus jelas.
2. Penyusunan Hipotesis : Merupakan dugaan yang tentu saja
didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai
jawaban sementara.
3. Pengujian Hipotesis : Berbagai usaha pengumpulan fakta yang
relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah
terdapat fakta-fakta yang mendukung hipoptesis atau tidak.
4. Penarikan kesimpulan : Penarikan kesimpulan ini dilakukan
atas penilaian melalui analisis dari data untuk melihat apakah hipotesis yang
diajukan itu diterima atau tidak.
Sumber: http://bangungunanto.wordpress.com/2012/03/26/beberapa-contoh-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/
Sumber: http://bangungunanto.wordpress.com/2012/03/26/beberapa-contoh-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/
Langganan:
Postingan (Atom)

